Friday, 23 May 2014

rencana tuhan yesus Kesembuhan Keluarga Dimulai Dari Kesembuhan Keluarga Allah




Kesembuhan Keluarga Dimulai Dari Kesembuhan <b>...</b> - Keluarga <b>Allah</b>

RHEMA HARI INI
Roma 12:2 "Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna."
Terdapat suami istri yang memiliki 3 orang anak dan usia rumah tangganya memasuki tahun yang ke-15, karena perubahan emosi menyebabkan mereka sering bertengkar sehingga keadaan keluarga menjadi kacau balau. Karena keadaan seperti neraka di dunia, akhirnya mereka memutuskan untuk hidup berpisah. Sang istri bertugas menjaga anak-anak dan suami berkewajiban memberikan kebutuhan keluarga tiap bulan. Suatu saat sang istri mengikuti kebaktian kebangunan rohani, maka melalui kebaktian kebangunan rohani yang diikuti sang istri, sang istri mengambil keputusan menerima Tuhan Yesus sebagai Juru Selamat pribadinya. Setelah lima tahun sang istri mengenal Injil, sang istri mengikuti kursus pemuridan dan memperoleh lebih banyak tentang Injil Tuhan. Dengan pengenalan yang lebih dalam, sang istri merasa menjadi umat Kristen yang tidak memiliki kesaksian, karena dia adalah wanita yang berpisah dengan suami. Hal yang membuat sang istri sangat sedih dan menaruhnya di dalam doa. Rencana Tuhan sungguh ajaib, secara kebetulan sang istri bertemu dengan sang suami. Melihat perubahan sikap dan perhatian sang istri, sang suami mulai berusaha mendekati dan memulihkan hubungan perkawinan mereka yang sudah hancur. Akhirnya hidup perpisahan yang sudah enam tahun berjalan, dapat pulih kembali sesuai rencana Tuhan yang sangat Agung.
Apakah Anda menyadari kalau orang yang terluka akan melukai orang lain? Artinya adalah, apabila kita telusuri akar penyebab keluarga bermasalah, sebenarnya dimulai dari pribadi-pribadi dalam keluarga yang bermasalah. Terdapat beberapa luka yang melukai keluarga dan perlu dipulihkan yaitu: amarah (anger),rasa tidak aman (insecurity), sombong, sifat maunya sendiri, mudah tersinggung, kesepian, sifat suka mengontrol/memanipulasi orang lain. Apabila ada anggota keluarga yang memiliki salah satu atau beberapa sifat di atas, maka pribadi tersebut perlu dipulihkan, sebab kesembuhan bagi keluarga yang terluka harus diawali dari kesembuhan batin dari setiap anggota keluarga. Dalam kisah di atas, pemulihan terjadi setelah sang istri berusaha menyembuhkan dirinya melalui pengenalan akan Tuhan Yesus meskipun memakan waktu 6 tahun. Mari kita koreksi diri kita, apabila dalam diri kita masih ada sifat amarah (anger), rasa tidak aman (insecurity), sombong, sifat maunya sendiri, mudah tersinggung, kesepian, sifat suka mengontrol/memanipulasi orang lain maka kita harus berubah mencari apa yang berkenan kepada Allah dan berusaha untuk menyembuhkan diri kita sendiri sebab kesembuhan bagi keluarga yang terluka harus diawali dari kesembuhan batin dari setiap anggota keluarga.(ABU)
RENUNGAN
Kesembuhan bagi keluarga yang terluka harus DIAWALI dari kesembuhan batin dari setiap ANGGOTA KELUARGA.
APLIKASI
1. Koreksilah diri Anda, sifat apa saja yang perlu disembuhkan ?
2. Maukah Anda benar-benar memulihkan setiap luka yang ada dalam diri Anda maupun keluarga Anda ?
DOA UNTUK HARI INI
Bapa dalam nama Yesus, kami percaya Tuhan, ketika kami menyembuhkan batin kami, maka keluarga kami juga akan sembuh Amin.
Fokus Menggenapi <b>Rencana Tuhan</b> | Keluarga Allah

RHEMA HARI INI
Mazmur 92:13-14 "13 Orang benar akan bertunas seperti pohon korma, akan tumbuh subur seperti pohon aras di Libanon; 14 mereka yang ditanam di bait TUHAN akan bertunas di pelataran Allah kita."
Siapa yang tidak mengenal Ibu Teresa dari Kalkuta? Hampir setiap orang mengenal nama dan wajahnya. Terpanggil melayani Tuhan bagi orang-orang miskin dan sakit di India, Agnes Gonxha Bojaxhiu sejak usia muda meninggalkan negaranya dan menjadi cahaya bagi mereka yang ia layani. Ia mengajari anak-anak yang kurang mampu, menjaga dan merawat orang sakit dan tindakan sosial lainnya. Setiap orang diajaknya untuk senantiasa mengulurkan tangannya untuk melayani dan membuka hati. Melalui pelayanannya, ia memberikan hidupnya sendiri, sebagaimana Tuhan memberikan pelayanan kasih kepada kita dengan memberikan diri sepenuhnya. Dalam karya pelayanannya, ia tidak membedakan apa dan siapa. Namun, penekanannya adalah pelayanan tersebut harus diberikan kepada orang yang sangat membutuhkan. Dan hal ini telah dilakukannya dalam karya pelayanannya. Ia memberikan perhatian khusus kepada kaum miskin dan mereka yang mengalami penindasan. Sepanjang tahun-tahun terakhir hidupnya, meskipun mengalami gangguan penyakit yang cukup parah, Ibu Teresa tetap memimpin pelayanan kemanusiaan yang telah ia rintis bersama dengan ribuan biarawatinya.
Ibu Teresa dari Kalkuta tak mengenal lelah dalam perjuangan imannnya sampai pada titik akhir. Demikian pula hendaknya setiap kita memiliki iman yang tetap bertahan sampai akhir nafas hidup kita. Dalam perjalanan iman kita, kalau fokus perjuangan kita adalah untuk diri kita sendiri, maka sampai di satu titik kita akan merasa jenuh, capek dan lelah. Kalau fokus perjuangan kita adalah untuk orang lain, maka sangat besar kemungkinan kita akan dikecewakan, karena memang manusia mengecewakan. Namun jika kita hidup dengan fokus menggenapi rencana Tuhan atas hidup kita, maka akan ada pengurapan dan kekuatan Sorgawi yang melampaui kekuatan kita sendiri.
RENUNGAN
Kekuatan untuk memiliki iman sampai akhir adalah ketika kita MEMFOKUSKAN HIDUP kita untuk menggenapi RENCANA TUHAN.
APLIKASI
1. Mari evaluasi kehidupan kita sampai saat ini, adakah kita telah memahami rencana Tuhan dan panggilanNya atas hidup kita atau belum ?
2. Apa saja yang menjadi panduan hidup Anda untuk menggenapi rencana-Nya ?
DOA UNTUK HARI INI
Bapa kami yang penuh kasih, ajari kami menghitung hari-hari kami sehingga kami beroleh kebijaksanaan dari-Mu dan kami sanggup masuk dalam rencana & panggilan-Mu sampai akhir masa hidup kami. Dalam Nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.
yesus juga ingin berjalan dengan kita pada hari ini 

YESUS JUGA INGIN BERJALAN DENGAN KITA PADA HARI INI
Bacaan Injil Misa Kudus
road to Emmaus -700px
Pada hari itu juga dua orang dari murid-murid Yesus pergi ke sebuah desa bernama Emaus, yang terletak kira-kira sebelas kilometer dari Yerusalem, dan mereka bercakap-cakap tentang segala sesuatu yang telah terjadi. Ketika mereka sedang bercakap-cakap dan bertukar pikiran, datanglah Yesus sendiri mendekati mereka, lalu berjalan bersama-sama dengan mereka. Tetapi ada sesuatu yang menghalangi mata mereka, sehingga mereka tidak dapat mengenal Dia. Yesus berkata kepada mereka, "Apakah yang kamu percakapkan sementara kamu berjalan?" Lalu berhentilah mereka dengan muka muram. Seorang dari mereka, namanya Kleopas, menjawab-Nya, "Apakah Engkau satu-satunya orang asing di Yerusalem, yang tidak tahu apa yang terjadi dengan Yesus orang Nazaret. Dialah adalah seorang nabi, yang berkuasa dalam pekerjaan dan perkataan dan perkataan di hadapan Allah dan seluruh bangsa kami. Tetapi imam-imam kepala dan pemimpin-pemimpin kami telah menyerahkan Dia untuk dihukum mati dan mereka telah menyalibkan-Nya. Padahal kami dahulu mengharapkan bahwa Dialah yang akan membebaskan bangsa Israel. Sementara itu telah lewat tiga hari, sejak semuanya itu terjadi. Tetapi beberapa perempuan dari kalangan kami telah mengejutkan kami: Pagi-pagi buta mereka telah pergi ke kubur, dan tidak menemukan mayat-Nya. Lalu mereka datang dengan berita bahwa telah kelihatan kepada mereka malaikat-malaikat yang mengatakan bahwa Ia hidup. Beberapa teman kami telah pergi ke kubur itu dan mendapati persis seperti yang dikatakan perempuan-perempuan itu, tetapi Dia tidak mereka lihat." Lalu Ia berkata kepada mereka, "Hai kamu orang bodoh, betapa lambannya hatimu untuk mempercayai segala sesuatu, yang telah para nabi! Bukankah Mesias harus menderita semuanya itu untuk masuk ke dalam kemuliaan-Nya" Lalu Ia menjelaskan kepada mereka apa yang tertulis tentang Dia dalam seluruh Kitab Suci, mulai dari kitab-kitab Musa dan segala kitab nabi-nabi. Mereka mendekati desa yang mereka tuju, lalu Ia berbuat seolah-olah hendak meneruskan perjalanan-nya. Tetapi mereka sangat mendesak-Nya, katanya, "Tinggallah bersama-sama dengan kami, sebab hari telah menjelang malam dan matahari hampir terbenam." Lalu masuklah Ia untuk tinggal bersama-sama dengan mereka. Waktu Ia duduk makan dengan mereka, Ia mengambil roti, mengucap syukur, lalu memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka. Ketika itu terbukalah mata mereka dan mereka pun mengenal Dia, tetapi Ia lenyap dari tengah-tengah mereka. Kata mereka seorang kepada yang lain, "Bukankah hati kita berkobar-kobar, ketika Ia berbicara dengan kita di tengah jalan dan ketika Ia menerangkan Kitab Suci kepada kita?" Lalu bangkitlah mereka dan terus kembali ke Yerusalem. Di situ mereka mendapati kesebelas murid itu dan orang-orang yang ada bersama mereka, sedang berkumpul. Kata mereka itu, "Sesungguhnya Tuhan telah bangkit dan telah menampakkan diri kepada Simon." Lalu kedua orang itu pun menceritakan apa yang terjadi di tengah jalan dan bagaimana mereka mengenali Dia pada waktu Ia memecah-mecahkan roti. (Luk 24:13-35)
Bacaan Pertama: Kis 2:14,22-33; Mazmur Tanggapan: Mzm 16:1-2,5,7-11; Bacaan Kedua: 1Ptr 1:17-21
EMMAUS - 17Seperti pada waktu Dia menggabungkan diri dengan dua orang murid di jalan menuju Emaus, Yesus juga ingin berjalan bersama kita pada hari ini. Sebagaimana Dia menjelaskan kepada mereka apa yang tertulis tentang Dia dalam seluruh Kitab Suci sehingga hati mereka berkobar-kobar, Yesus juga ingin agar Injil-Nya – kebenaran sabda-Nya dan kuat-kuasa kasih-Nya bagi kita – membakar hati kita sehingga berkobar-kobar dengan api kasih-Nya. Dua orang murid itu mendesak Yesus untuk tinggal dan makan bersama mereka, dan Yesus mengikuti permintaan mereka itu. Hal yang serupa akan terjadi apabila kita meminta kepada-Nya, maka Yesus akan berdiam bersama dengan kita juga. Mata mereka terbuka ketika Yesus mengambil roti, mengucap syukur dan memecah-mecahkannya. Dalam Ekaristi, Yesus ingin membuka mata batin kita agar dapat melihat Dia juga. O, betapa sederhana sebenarnya rencana ilahi itu.
Allah tidak meminta atau menuntut kita untuk hidup sempurna sebelum kita dapat memohon kepada-Nya agar dapat bersama kita. Dua orang murid yang ditemui Yesus di tengah jalan menuju Emaus itu sebenarnya sedang dalam keadaan bingung, hampir putus-asa dan mereka sedang meninggalkan komunitas murid-murid Yesus di Yerusalem – segelintir pengikut-Nya yang masih percaya, meski dengan iman yang belum sempurna. Namun demikian, Yesus menemui dua orang itu, berjalan bersama mereka, dan berbicara kepada mereka tentang rencana Bapa surgawi. Yesus tidak menunggu mereka kembali ke Yerusalem, Ia mencari mereka seperti mencari domba yang hilang, dan mulai menarik mereka kembali.
Selagi dua murid ini mendengarkan kata-kata Yesus, kepada mereka diberikan suatu visi yang baru bagi hidup mereka. Kesedihan yang dirasakan beberapa hari terakhir itu digantikan dengan suatu pengharapan bahwa rencana Allah sedang berjalan dan hal itu saja menunjukkan bahwa kematian Yesus di kayu salib bukanlah sesuatu yang sia-sia. Ketika pada akhirnya mereka mengenali siapa tamu mereka itu, dua orang murid itu dipenuhi dengan sukacita sejati. Mereka bergegas kembali ke Yerusalem pada malam itu juga – tanpa takut dirampok orang jahat – untuk bergabung kembali dengan komunitas mereka dan menceritakan apa yang baru mereka alami.
Allah menginginkan agar kita semua mengalami sukacita-Nya dan pengharapan-Nya setiap saat kita berpartisipasi dalam Misa Kudus, berdoa, atau membaca serta merenungkan sabda-Nya dalam Kitab Suci. Yesus ingin "menangkap" hati kita setiap saat kita merayakan kebangkitan-Nya. Marilah kita menerima jaminan akan kehadiran-Nya selagi kita berpegang teguh pada kuat-kuasa-Nya dalam kehidupan kita sehari-hari. Marilah kita berjalan maju dari gereja-gereja kita dengan hati dan pikiran yang telah ditransformasikan. Dengan melakukannya, kita pun akan diperbaharui dalam sabda-Nya dan penuh harapan dalam iman kita.
DOA: Tuhan Yesus, aku ingin mengenal-Mu dengan lebih mendalam lagi. Aku ingin mendengar suara-Mu dalam Kitab Suci. Aku ingin memandang wajah-Mu dalam roti dan anggur Ekaristi. Datanglah, ya Tuhan, dan tunjukkanlah kepadaku jalan-jalan-Mu sehingga aku dapat mempunyai hidup, dan mempunyainya dengan berlimpah-limpah (Yoh 10:10). Amin.

No comments:

Post a Comment