Friday, 23 May 2014

rencana tuhan yesus Kesembuhan Keluarga Dimulai Dari Kesembuhan Keluarga Allah




Kesembuhan Keluarga Dimulai Dari Kesembuhan <b>...</b> - Keluarga <b>Allah</b>

RHEMA HARI INI
Roma 12:2 "Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna."
Terdapat suami istri yang memiliki 3 orang anak dan usia rumah tangganya memasuki tahun yang ke-15, karena perubahan emosi menyebabkan mereka sering bertengkar sehingga keadaan keluarga menjadi kacau balau. Karena keadaan seperti neraka di dunia, akhirnya mereka memutuskan untuk hidup berpisah. Sang istri bertugas menjaga anak-anak dan suami berkewajiban memberikan kebutuhan keluarga tiap bulan. Suatu saat sang istri mengikuti kebaktian kebangunan rohani, maka melalui kebaktian kebangunan rohani yang diikuti sang istri, sang istri mengambil keputusan menerima Tuhan Yesus sebagai Juru Selamat pribadinya. Setelah lima tahun sang istri mengenal Injil, sang istri mengikuti kursus pemuridan dan memperoleh lebih banyak tentang Injil Tuhan. Dengan pengenalan yang lebih dalam, sang istri merasa menjadi umat Kristen yang tidak memiliki kesaksian, karena dia adalah wanita yang berpisah dengan suami. Hal yang membuat sang istri sangat sedih dan menaruhnya di dalam doa. Rencana Tuhan sungguh ajaib, secara kebetulan sang istri bertemu dengan sang suami. Melihat perubahan sikap dan perhatian sang istri, sang suami mulai berusaha mendekati dan memulihkan hubungan perkawinan mereka yang sudah hancur. Akhirnya hidup perpisahan yang sudah enam tahun berjalan, dapat pulih kembali sesuai rencana Tuhan yang sangat Agung.
Apakah Anda menyadari kalau orang yang terluka akan melukai orang lain? Artinya adalah, apabila kita telusuri akar penyebab keluarga bermasalah, sebenarnya dimulai dari pribadi-pribadi dalam keluarga yang bermasalah. Terdapat beberapa luka yang melukai keluarga dan perlu dipulihkan yaitu: amarah (anger),rasa tidak aman (insecurity), sombong, sifat maunya sendiri, mudah tersinggung, kesepian, sifat suka mengontrol/memanipulasi orang lain. Apabila ada anggota keluarga yang memiliki salah satu atau beberapa sifat di atas, maka pribadi tersebut perlu dipulihkan, sebab kesembuhan bagi keluarga yang terluka harus diawali dari kesembuhan batin dari setiap anggota keluarga. Dalam kisah di atas, pemulihan terjadi setelah sang istri berusaha menyembuhkan dirinya melalui pengenalan akan Tuhan Yesus meskipun memakan waktu 6 tahun. Mari kita koreksi diri kita, apabila dalam diri kita masih ada sifat amarah (anger), rasa tidak aman (insecurity), sombong, sifat maunya sendiri, mudah tersinggung, kesepian, sifat suka mengontrol/memanipulasi orang lain maka kita harus berubah mencari apa yang berkenan kepada Allah dan berusaha untuk menyembuhkan diri kita sendiri sebab kesembuhan bagi keluarga yang terluka harus diawali dari kesembuhan batin dari setiap anggota keluarga.(ABU)
RENUNGAN
Kesembuhan bagi keluarga yang terluka harus DIAWALI dari kesembuhan batin dari setiap ANGGOTA KELUARGA.
APLIKASI
1. Koreksilah diri Anda, sifat apa saja yang perlu disembuhkan ?
2. Maukah Anda benar-benar memulihkan setiap luka yang ada dalam diri Anda maupun keluarga Anda ?
DOA UNTUK HARI INI
Bapa dalam nama Yesus, kami percaya Tuhan, ketika kami menyembuhkan batin kami, maka keluarga kami juga akan sembuh Amin.
Fokus Menggenapi <b>Rencana Tuhan</b> | Keluarga Allah

RHEMA HARI INI
Mazmur 92:13-14 "13 Orang benar akan bertunas seperti pohon korma, akan tumbuh subur seperti pohon aras di Libanon; 14 mereka yang ditanam di bait TUHAN akan bertunas di pelataran Allah kita."
Siapa yang tidak mengenal Ibu Teresa dari Kalkuta? Hampir setiap orang mengenal nama dan wajahnya. Terpanggil melayani Tuhan bagi orang-orang miskin dan sakit di India, Agnes Gonxha Bojaxhiu sejak usia muda meninggalkan negaranya dan menjadi cahaya bagi mereka yang ia layani. Ia mengajari anak-anak yang kurang mampu, menjaga dan merawat orang sakit dan tindakan sosial lainnya. Setiap orang diajaknya untuk senantiasa mengulurkan tangannya untuk melayani dan membuka hati. Melalui pelayanannya, ia memberikan hidupnya sendiri, sebagaimana Tuhan memberikan pelayanan kasih kepada kita dengan memberikan diri sepenuhnya. Dalam karya pelayanannya, ia tidak membedakan apa dan siapa. Namun, penekanannya adalah pelayanan tersebut harus diberikan kepada orang yang sangat membutuhkan. Dan hal ini telah dilakukannya dalam karya pelayanannya. Ia memberikan perhatian khusus kepada kaum miskin dan mereka yang mengalami penindasan. Sepanjang tahun-tahun terakhir hidupnya, meskipun mengalami gangguan penyakit yang cukup parah, Ibu Teresa tetap memimpin pelayanan kemanusiaan yang telah ia rintis bersama dengan ribuan biarawatinya.
Ibu Teresa dari Kalkuta tak mengenal lelah dalam perjuangan imannnya sampai pada titik akhir. Demikian pula hendaknya setiap kita memiliki iman yang tetap bertahan sampai akhir nafas hidup kita. Dalam perjalanan iman kita, kalau fokus perjuangan kita adalah untuk diri kita sendiri, maka sampai di satu titik kita akan merasa jenuh, capek dan lelah. Kalau fokus perjuangan kita adalah untuk orang lain, maka sangat besar kemungkinan kita akan dikecewakan, karena memang manusia mengecewakan. Namun jika kita hidup dengan fokus menggenapi rencana Tuhan atas hidup kita, maka akan ada pengurapan dan kekuatan Sorgawi yang melampaui kekuatan kita sendiri.
RENUNGAN
Kekuatan untuk memiliki iman sampai akhir adalah ketika kita MEMFOKUSKAN HIDUP kita untuk menggenapi RENCANA TUHAN.
APLIKASI
1. Mari evaluasi kehidupan kita sampai saat ini, adakah kita telah memahami rencana Tuhan dan panggilanNya atas hidup kita atau belum ?
2. Apa saja yang menjadi panduan hidup Anda untuk menggenapi rencana-Nya ?
DOA UNTUK HARI INI
Bapa kami yang penuh kasih, ajari kami menghitung hari-hari kami sehingga kami beroleh kebijaksanaan dari-Mu dan kami sanggup masuk dalam rencana & panggilan-Mu sampai akhir masa hidup kami. Dalam Nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.
yesus juga ingin berjalan dengan kita pada hari ini 

YESUS JUGA INGIN BERJALAN DENGAN KITA PADA HARI INI
Bacaan Injil Misa Kudus
road to Emmaus -700px
Pada hari itu juga dua orang dari murid-murid Yesus pergi ke sebuah desa bernama Emaus, yang terletak kira-kira sebelas kilometer dari Yerusalem, dan mereka bercakap-cakap tentang segala sesuatu yang telah terjadi. Ketika mereka sedang bercakap-cakap dan bertukar pikiran, datanglah Yesus sendiri mendekati mereka, lalu berjalan bersama-sama dengan mereka. Tetapi ada sesuatu yang menghalangi mata mereka, sehingga mereka tidak dapat mengenal Dia. Yesus berkata kepada mereka, "Apakah yang kamu percakapkan sementara kamu berjalan?" Lalu berhentilah mereka dengan muka muram. Seorang dari mereka, namanya Kleopas, menjawab-Nya, "Apakah Engkau satu-satunya orang asing di Yerusalem, yang tidak tahu apa yang terjadi dengan Yesus orang Nazaret. Dialah adalah seorang nabi, yang berkuasa dalam pekerjaan dan perkataan dan perkataan di hadapan Allah dan seluruh bangsa kami. Tetapi imam-imam kepala dan pemimpin-pemimpin kami telah menyerahkan Dia untuk dihukum mati dan mereka telah menyalibkan-Nya. Padahal kami dahulu mengharapkan bahwa Dialah yang akan membebaskan bangsa Israel. Sementara itu telah lewat tiga hari, sejak semuanya itu terjadi. Tetapi beberapa perempuan dari kalangan kami telah mengejutkan kami: Pagi-pagi buta mereka telah pergi ke kubur, dan tidak menemukan mayat-Nya. Lalu mereka datang dengan berita bahwa telah kelihatan kepada mereka malaikat-malaikat yang mengatakan bahwa Ia hidup. Beberapa teman kami telah pergi ke kubur itu dan mendapati persis seperti yang dikatakan perempuan-perempuan itu, tetapi Dia tidak mereka lihat." Lalu Ia berkata kepada mereka, "Hai kamu orang bodoh, betapa lambannya hatimu untuk mempercayai segala sesuatu, yang telah para nabi! Bukankah Mesias harus menderita semuanya itu untuk masuk ke dalam kemuliaan-Nya" Lalu Ia menjelaskan kepada mereka apa yang tertulis tentang Dia dalam seluruh Kitab Suci, mulai dari kitab-kitab Musa dan segala kitab nabi-nabi. Mereka mendekati desa yang mereka tuju, lalu Ia berbuat seolah-olah hendak meneruskan perjalanan-nya. Tetapi mereka sangat mendesak-Nya, katanya, "Tinggallah bersama-sama dengan kami, sebab hari telah menjelang malam dan matahari hampir terbenam." Lalu masuklah Ia untuk tinggal bersama-sama dengan mereka. Waktu Ia duduk makan dengan mereka, Ia mengambil roti, mengucap syukur, lalu memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka. Ketika itu terbukalah mata mereka dan mereka pun mengenal Dia, tetapi Ia lenyap dari tengah-tengah mereka. Kata mereka seorang kepada yang lain, "Bukankah hati kita berkobar-kobar, ketika Ia berbicara dengan kita di tengah jalan dan ketika Ia menerangkan Kitab Suci kepada kita?" Lalu bangkitlah mereka dan terus kembali ke Yerusalem. Di situ mereka mendapati kesebelas murid itu dan orang-orang yang ada bersama mereka, sedang berkumpul. Kata mereka itu, "Sesungguhnya Tuhan telah bangkit dan telah menampakkan diri kepada Simon." Lalu kedua orang itu pun menceritakan apa yang terjadi di tengah jalan dan bagaimana mereka mengenali Dia pada waktu Ia memecah-mecahkan roti. (Luk 24:13-35)
Bacaan Pertama: Kis 2:14,22-33; Mazmur Tanggapan: Mzm 16:1-2,5,7-11; Bacaan Kedua: 1Ptr 1:17-21
EMMAUS - 17Seperti pada waktu Dia menggabungkan diri dengan dua orang murid di jalan menuju Emaus, Yesus juga ingin berjalan bersama kita pada hari ini. Sebagaimana Dia menjelaskan kepada mereka apa yang tertulis tentang Dia dalam seluruh Kitab Suci sehingga hati mereka berkobar-kobar, Yesus juga ingin agar Injil-Nya – kebenaran sabda-Nya dan kuat-kuasa kasih-Nya bagi kita – membakar hati kita sehingga berkobar-kobar dengan api kasih-Nya. Dua orang murid itu mendesak Yesus untuk tinggal dan makan bersama mereka, dan Yesus mengikuti permintaan mereka itu. Hal yang serupa akan terjadi apabila kita meminta kepada-Nya, maka Yesus akan berdiam bersama dengan kita juga. Mata mereka terbuka ketika Yesus mengambil roti, mengucap syukur dan memecah-mecahkannya. Dalam Ekaristi, Yesus ingin membuka mata batin kita agar dapat melihat Dia juga. O, betapa sederhana sebenarnya rencana ilahi itu.
Allah tidak meminta atau menuntut kita untuk hidup sempurna sebelum kita dapat memohon kepada-Nya agar dapat bersama kita. Dua orang murid yang ditemui Yesus di tengah jalan menuju Emaus itu sebenarnya sedang dalam keadaan bingung, hampir putus-asa dan mereka sedang meninggalkan komunitas murid-murid Yesus di Yerusalem – segelintir pengikut-Nya yang masih percaya, meski dengan iman yang belum sempurna. Namun demikian, Yesus menemui dua orang itu, berjalan bersama mereka, dan berbicara kepada mereka tentang rencana Bapa surgawi. Yesus tidak menunggu mereka kembali ke Yerusalem, Ia mencari mereka seperti mencari domba yang hilang, dan mulai menarik mereka kembali.
Selagi dua murid ini mendengarkan kata-kata Yesus, kepada mereka diberikan suatu visi yang baru bagi hidup mereka. Kesedihan yang dirasakan beberapa hari terakhir itu digantikan dengan suatu pengharapan bahwa rencana Allah sedang berjalan dan hal itu saja menunjukkan bahwa kematian Yesus di kayu salib bukanlah sesuatu yang sia-sia. Ketika pada akhirnya mereka mengenali siapa tamu mereka itu, dua orang murid itu dipenuhi dengan sukacita sejati. Mereka bergegas kembali ke Yerusalem pada malam itu juga – tanpa takut dirampok orang jahat – untuk bergabung kembali dengan komunitas mereka dan menceritakan apa yang baru mereka alami.
Allah menginginkan agar kita semua mengalami sukacita-Nya dan pengharapan-Nya setiap saat kita berpartisipasi dalam Misa Kudus, berdoa, atau membaca serta merenungkan sabda-Nya dalam Kitab Suci. Yesus ingin "menangkap" hati kita setiap saat kita merayakan kebangkitan-Nya. Marilah kita menerima jaminan akan kehadiran-Nya selagi kita berpegang teguh pada kuat-kuasa-Nya dalam kehidupan kita sehari-hari. Marilah kita berjalan maju dari gereja-gereja kita dengan hati dan pikiran yang telah ditransformasikan. Dengan melakukannya, kita pun akan diperbaharui dalam sabda-Nya dan penuh harapan dalam iman kita.
DOA: Tuhan Yesus, aku ingin mengenal-Mu dengan lebih mendalam lagi. Aku ingin mendengar suara-Mu dalam Kitab Suci. Aku ingin memandang wajah-Mu dalam roti dan anggur Ekaristi. Datanglah, ya Tuhan, dan tunjukkanlah kepadaku jalan-jalan-Mu sehingga aku dapat mempunyai hidup, dan mempunyainya dengan berlimpah-limpah (Yoh 10:10). Amin.

rencana tuhan yesus/.:BersamaDia.com,Yesus Allah Penyelamat :.: Apa itu rencana ...


rencana tuhan yesus/.:BersamaDia.com,<b>Yesus Allah</b> Penyelamat :.: Apa itu <b>rencana</b> <b>...</b>


Posted: 09 May 2014 05:18 PM PDT
Jawaban: Apakah Anda lapar? Bukan lapar secara fisik, tetapi apakah Anda lapar untuk hidup yang lebih baik? Apakah di dalam diri Anda ada sesuatu yang tidak pernah dipuaskan? Jika demikian, Yesus adalah jalannya. Yesus berkata, "Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi" (Yohanes 6:35).
Apakah Anda kebingungan? Apakah Anda sepertinya tidak pernah menemukan dan mengerti jalan kehidupan? Apakah hidup Anda seperti dalam kegelapan dan Anda tidak bisa mencari cara untuk meneranginya? Jika demikian, Yesuslah jalannya. Yesus mengatakan,"Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup" (Yohanes 8:12).
Apakah Anda merasa terkunci? Anda mencoba berbagai pintu, dan yang Anda temukan adalah kekosongan dan hal-hal yang tidak ada artinya? Apakah Anda mencari pintu masuk kepada hidup yang berkelimpahan? Kalau demikian, Yesuslah jalannya! Yesus berkata, "Akulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput" (Yohanes 10:9).
Apakah orang lain mengecewakan Anda? Apakah relasi Anda dengan orang lain dangkal dan kosong? Apakah Anda merasa bahwa orang lain selalu berusaha memanfaatkan Anda? Jika demikian, Yesuslah jalannya. Yesus berkata, "Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya; … Akulah gembala yang baik dan Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal Aku" (Yohanes 10:11,14).
Apakah Anda memikirkan apa yang terjadi setelah Anda meninggal dunia? Apakah Anda capek dengan hal-hal yang pada akhirnya rusak dan hancur? Apakah Anda sering merenungkan apakah hidup ini ada artinya? Apakah Anda ingin hidup setelah mati? Jika demikian, Yesuslah jalannya! Yesus menyatakan, "Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya" (Yohanes 11:25-26).
Apakah jalan itu? Apakah kebenaran itu? Apakah hidup? Yesus menjawab,"Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku" (Yohanes 14:6).
Kelaparan yang Anda rasakan adalah kelaparan rohani, dan hanya dapat dikenyangkan oleh Yesus. Yesus adalah Satu-satunya yang dapat menerangi kegelapan Anda. Yesus adalah Pintu kepada hidup yang berkelimpahan. Yesus adalah Sahabat dan Gembala yang Anda cari-cari. Yesus adalah Hidup – sekarang dan akan datang. Yesus adalah Jalan keselamatan!
Penyebab dari kelaparan Anda, penyebab dari kegelapan yang melingkupi hidup Anda, penyebab dari kegagalan Anda mendapatkan makna hidup, semua itu adalah karena Anda terpisah dari Tuhan. Alkitab memberitahukan bahwa kita semua telah berdosa dan karena itu kita terpisah dari Tuhan (Pengkhotbah 7:20; Roma 3:23). Kekosongan yang Anda rasakan dalam hati adalah karena Tuhan tidak ada dalam hidup Anda. Kita diciptakan untuk berhubungan dengan Allah. Karena dosa kita, kita tidak dapat memiliki hubungan itu. Yang lebih parah lagi, dosa akan menyebabkan kita terpisah dari Tuhan untuk kekekalan, dalam hidup ini dan sesudahnya (Roma 6:23; Yohanes 3:36).
Bagaimana masalah ini dapat diselesaikan? Yesuslah jalannya. Yesus memikul dosa-dosa kita (2 Korintus 5:21). Yesus mati menggantikan kita (Roma 5:8) menanggung hukuman yang sepantasnya kita tanggung. Tiga hari kemudian Yesus bangkit dari antara orang mati, membuktikan kemenanganNya atas dosa dan kematian (Roma 6:4-5). Mengapa Dia melakukannya? Yesus sendiri menjawab pertanyaan ini, "Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya" (Yohanes 15:13). Yesus mati supaya kita bisa hidup. Jika kita beriman kepada Yesus, percaya kepada kematianNya sebagai pembayaran atas dosa-dosa kita, semua dosa kita diampuni dan dibersihkan. Kelaparan rohani kita akan dikenyangkan. Terang akan bernyala. Kita akan mendapatkan jalan kepada hidup yang berkelimpahan. Kita akan mengenal Sahabat sejati dan Gembala kita yang baik. Kita akan tahu bahwa kita akan memiliki hidup setelah meninggalkan dunia ini, hidup dalam kebangkitan bersama dengan Yesus di surga untuk selama-lamanya.
"Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal" (Yohanes 3:16).
Sumber: GotQuestions
Ikuti Seri Belajar Theologia secara Online di:
Http://www.TheologiaOnline.com
Posted: 10 May 2014 06:19 AM PDT
baptisan air
Markus 1 : 5 ; Lalu datanglah kepadanya orang – orang dari seluruh daerah Yudea dan semua penduduk Yerusalem, dan sambil mengaku dosanya mereka dibaptis di sungai Yordan, selanjutnya pada ayat 10-11 ; Pada saat Ia (Yesus) keluar dari air, Ia melihat langit terkoyak, dan Roh (Roh Kudus) seperti burung merpati turun ke atas-Nya. Lalu terdengarlah suara dari sorga: "Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan." Berarti sebelumnya Yesus celup ke dalam air. Melalui ayat ini kita ketahui bahwa waktu itu telah ada baptisan air dengan cara seluruh tubuh dicelupkan ke dalam air.

Tuhan Yesus Sumber Air





saat teduh
Berilah waktumu untuk TUHAN, untuk membangun mezbah, isilah mezbahmu dengan doa dan pujian, matikanlah segala hawa nafsumu dengan puasa.

rencana tuhan yesus/CINTA YESUS: TUHAN ADALAH PERTOLONGAN KITA




"Aku melayangkan mataku ke gunung-gunung; dari manakah akan datang pertolonganku?" (Mazmur 121 :1)
Sejak semula rencana iblis adalah menghancurkan hidup manusia. "Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan;" (Yohanes 10:10a). adam dan Hawa adalah korban pertama rencana ini, jatuh dalam dosa karena tipu muslihat iblis. Mereka kehilangan berkat Tuhan sehingga terusir dari taman Eden dan hidup dalam penderitaan.
Usaha iblis mencari mangsa terus dilakukan hingga sekarang, terlebih-lebih di akhir zaman ini. Iblis tahu waktunya sangat singkat, karena itu ia tidak membuang kesempatan. Rasul Paulus mengingatkan kita, "….Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya. Lawanlah dia dengan iman yang teguh, sebab kamu tahu, bahwa semua saudaramu di seluruh dunia menanggung penderitaan yang sama." (1 Petrus 5:8-9). Kita harus melawan iblis dengan iman yang teguh karena ia begitu berpengalaman memperdaya dan menipu manusia. Bila kita tidak berpegang teguh kepada kebenaran firman Tuhan kita akan menjadi korbannya. Iblis mempunyai 1001 cara mengecoh, menjebak, memperdaya manusia: mengiming-iming hrta, uang, jabatan, popularitas dengan jalan pintas, sehingga banyak orang tergiur karenanya.
Sebagai orang percaya pertolongan kita adalah dari Tuhan, Dialah yang hidup dan berkuasa, sanggup memberkati kita secara melimpah. Yesus berkata, "Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan." (Yohanes 10:10b). bukan hanya berkat jasmani yang disediakan-Nya, berkat-berkt rohani pun diberikan-Nya bagi kita. "Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga." (Efesus 1:3). Seringkali kita tidak sabar menantikan jawaban Tuhan, namun "Sesungguhnya tidak terlelap dan tidak tertidur Penjaga Israel." (Mazmur 121:4), artinya Tuhan tahu setiap pergumulan hidup kita. Dia melihat dari sorga semua penderitaan yang kita alami.
Ia memiliki rancangan luar biasa dalam kehidupan orang percaya, "….yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan." (Yeremia 29:11).
Amin.
Tuhan Yesus Memberkati.
Posted: 14 May 2014 04:04 AM PDT
"Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; di hadapan-Mu ada sukacita berlimpah-limpah, di tangan kanan-Mu ada nikmat senantiasa." (Mazmur 16:11)
Pada umumnya manusia menginginkan segala yang serbacepat alias instan sehingga mencari dan mereka-reka jalannya sendiri tanpa memperdulikan resikonya. "Setiap jalan orang adalah lurus menurut pandangannya sendiri, tetapi Tuhanlah yang menguji hati." (amsal 21:2), padahal itu adalah "…jalan yang disangka lurus, tetapi ujungnya menuju maut." (Amsal 16:25). Banyak orang berbondong-bondong menempuh jalan yang demikian. Awalnya tidak menyadari atau merasakan dampaknya tetapi ujungnya menuju kehancuran dan kebinasaan. Itulah kiat jitu iblis; menawarkan gemerlap dunia, kebahagian semu, kenikmatan sesaat.
Apa yang harus kita lakukan agar tidak tersesat atau keluar dari rencana Tuhan, tetapi mengalami dan menikmati berkat-berkat-Nya? "TUHAN, Allahmu, harus kamu ikuti, kamu harus takut akan Dia, kamu harus berpegang pada perintah-Nya, suara-Nya harus kamu dengarkan, kepada-Nya harus kamu berbakti dan berpaut." (Ulangan 13:4), dan "Janganlah menempuh jalan orang fasik, dan janganlah mengikuti jalan orang jahat. Jauhilah jalan itu, janganlah melaluinya, menyimpanglah dari padanya dan jalanlah terus." (Amsal 4:14-15). Mengapa harus mengikuti jalan Tuhan dan berbakti kepada-Nya? Sebab "Segala jalan TUHAN adalah kasih setia dan kebenaran bagi orang yang berpegang pada perjanjian-Nya dan peringatan-peringatan-Nya." (Mazmur 25:10). Kita harus tegas menentukan pilihan hidup, jalan mana yang akan kita tempuh. Jka menempuh jalan orang-orang fasik dan berkompromi dengan segala kejahatan, iblis bersukacita karena kita akan dibawanya dengan kehancuran dan kebinasaan. Namun jika mengikuti jalan Tuhan dengan tekun dan setia, serta menjauhi segala kejahatan, kita akan dibawa kepada kehidupan yang penuh berkat sorgawi karena kita hidup dalam kasih karunia-Nya.
Daud berdoa, "Beritahukanlah jalan-jalan-Mu kepadaku, ya TUHAN, tunjukkanlah itu kepadaku. Bawalah aku berjalan dalam kebenaran-Mu dan ajarlah aku, sebab Engkaulah Allah yang menyelamatkan aku, Engkau kunanti-nantikan sepanjang hari." (Mazmur 25:4-5).
"Umur panjang ada di tangan kanannya, di tangan kirinya kekayaan dan kehormatan." (Amsal 3:16).
Amin.
Tuhan Yesus Memberkati